Hallo. Kamu yang disana. Yang mungkin masih kurindukan
Sudah satu tahun berlalu. Banyak orang, tanya.
“Fin, udah move on?”
“Yaampun. Elo masih nunggu?”
“Fin, udah setahun. Masih berharapkah sama orang yang sama?”
“Fin, udah move on?”
“Yaampun. Elo masih nunggu?”
“Fin, udah setahun. Masih berharapkah sama orang yang sama?”
Dan jawabannya adalah “Tenang aja, gue udah move on”
tapi dibalik kata-kata itu, kata-kata yg emang cuma gue yang rasain adalah “Gue belum nemu penggantinya” cukup bisa menjawab semua pertanyaan kan?
Belum nemu pengganti. Artinya, Ya, masih suka. Ya, masih
peduli.
Susah sih ngerasain gimana ngangenin seseorang yang nggak
sayang sama kita.
Susah sih ngerasain gimana nyukain seseorang, tapi dia nggak
tau. Atau bahkan nggak peduli?
Disana, ya disana. Dia udah punya kehidupan baru.
New life. New friend. And New Girlfriend.
New life. New friend. And New Girlfriend.
Ummm. Rasanya,… nano nano sih.
Mau nangis, dikira lebay. Mau marah, gue siapanya. Mau curhat ke temen, nggak ada yang mau ngertiin.
Mau nangis, dikira lebay. Mau marah, gue siapanya. Mau curhat ke temen, nggak ada yang mau ngertiin.
Satu tahun. Nggak kerasa ya. Ternyata, aku belum bosan mengagumi
kamu :’)
Sebenernya, pengen sih sms. “Sedang apa?” “Bagaimana kabar?” mencoba peduli. Tapi kalo
diacuhkan? Kalau tidak direspon?
Yah. Yang harus kamu tau, kalau kalian masih ingin memperhatikan
tapi tidak diacuhkan ya cuma satu. Mencintai diam-diam.
Untuk seseorang di masa laluku 26-11-2011